Strategi Dakwah Melalui Media Facebook



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Facebook adalah sebuah fenomena. Dari tangan seorang Mark dan temannya, situs  jejaring sosial ini telah menyihir dunia dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Apa yang di suguhkan facebook memang sungguh amat menggoda orang untuk mencoba dan kemudian larut didalamnya. Dalam hitungan jam, jejaring ini kemudian dengan cepat menyebar ke masyarakat.
Dalam waktu 24 jam sehari yang sepertinya masih kurang, jutaan pengguna mengakses facebook yang setiap saat siap untuk mengupdate statusnya. Sepertinya, memang tidak ada situs jejaring sosial yang mampu menandingi daya tarik facebook seperti saat ini.
Dengan popularitas facebook ini, para da’i dapat memanfaatkannya sebagai salah satu strategi dalam berdakwah. Karena dakwah haruslah dikemas dengan cara dan metode yang tepat dan pas yang sesuai dengan keinginan masyarakat. Sehingga Pesan yang disampaikan dapat secara mudah dimengerti oleh masyarakat.
B.  Rumusan Masalah

1.    Apakah Pengertian Strategi Dakwah ?
2.    Bagaimanakah Facebook Dikalangan Masyarakat ?
3.    Bagaimanakah Strategi dakwah Melalui Media Facebook ?


C.  Tujuan Pembuatan Makalah
1.      Memahami apa yang dimaksuud dengan strategi dakwah
2.      Mengerti apa yang keadaan facebook di kalangan masyarakat
3.      Mengetahui Strategi dakwah Melalui Media Facebook



BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Strategi Dakwah
Strategi dapat berarti Ilmu siasat perang, muslihat untuk mencapai sesuatu,[1] atau management untuk mencapai suatu tujuan. Tetapi untuk mencapai tujuan tersebut, strategi tidak hanya berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah, melainkan harus menunjukkan bagaimana teknik (cara) operasionalnya agar Tujuan dari strategi tersebut dapat tercapai.
Dakwah secara etimologi berasal dari bahasa arab yang berarti panggilan, ajakan atau seruan.[2] Sedangkan menurut istilah adalah mengajak umat manusia ke jalan Allah dengan cara yang bijaksana, nasehat yang baik serta berdebat dengan cara yang baik pula.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa yang dimasud dengan strategi dakwah adalah Suatu upaya untuk mengajak umat manusia ke jalan Allah Swt.Untuk mantapnya strategi dakwah, maka segala sesuatunya harus dipertautkan dengan komponen-komponen yang merupakan jawaban terhadap pertanyaan dalam rumus Lasswell, yaitu:
3
 

* Who? (Siapa da'i atau penyampai pesan dakwahnya?)
* Says What? (Pesan apa yang disampaikan?)
* In Which Channel? (Media apa yang digunakan?)
* To Whom? (Siapa Mad'unya atau pendengarnya?)
* With what Effect? (Efek apa yang diharapkan?)


Pertanyaan "efek apa yang diharapkan" secara emplisit mengandung pertanyaan lain yang perlu dijawab dengan seksama. Pertanyaan tersebut, yakni:

* When (Kapan dilaksanakannya?)
* How (Bagaimana melaksanakannya?)
* Why (Mengapa dilaksanakan demikian?)

B.  Facebook Dikalangan Masyarakat
Facebook merupakan satu dari beberapa media networking yang ada di Internet. Jutaan pengguna dengan latar belakang pendidikan, profesi, pekerjaan, kasta dan banyak lagi yang lain akan bisa ditemukan difacebook. Dari orang ’kebanyakan’, pengusaha papan bawah dan atas, birokrat sampai kalangan-kalangan paling elitpun bisa ditemukan disini.
Banyaknya fitur-fitur didalam facebook menjadikan kita tidak akan merasa bosan. kita bisa mengirim berbagai pesan dakwah melalui layanan tersebut. Selain itu, kita juga bisa menggunakannya sebagai media pendidikan, media politik, dll. Facebook menjadi media untuk menemukan dan menjadikan komunitas yang memiliki kepekaan juga kepedulian. Banyak juga yang menjadikan facebook sebagai alat untuk mencari teman-teman sepermaianan dulu, teman sekolah yang sudah berpisah lama, atau bahkan mencari saudara yang sudah lama menghilang. Selain itu, Facebook juga mampu mengeratkan tali persahabatan antara manusia yang satu dengan yang lain walaupun sebelumnya tidak pernah bertatap muka.
Kelebihan-Kelebihan inilah yang menjadian facebook dengan sangat mudah diterima dalam lapisan Masyarakat. Mengangkat facebook sebagai Top Social Media Sites peringkat ke-2 dibawah Blogger.[3]
C.  Strategi dakwah Melalui Media Facebook
Dalam teori gerakan sosial, dibutuhkan perangkat yang memadai untuk bisa mencakup dan menggerakkan seluruh elemen masyarakat. Dan kini internet menjadi peranti penting dalam menggalang dukungan sekaligus memobilisasinya. Setidaknya dalam dua tahun terakhir ini situs-situs jejaring sosial semakin mewabah di Tanah Air, menjadi epidemi yang menjangkiti kaum netters. Tak pandang usia, tidak pula status sosial. Ada yang muda, banyak juga yang sudah berumur. Ibu rumah tangga hingga politisi kakap memanfaatkan website jejaring sosial facebook.
Apalagi dimasa sekarang ini, kemajuan teknologi, khasnya dalam bidang informasi, komunikasi, dan transportasi begitu cepat. Arus orang, jasa, dan informasi bergerak dengan jauh lebih cepat, dalam jumlah yang makin besar, dengan kualitas yang makin baik, dan dengan biaya yang makin murah. Maka yang akan keluar sebagai pemenang dan memperolehi manfaat dari globalisasi adalah yang telah secara mantap mempersiapkan diri. Pengaruh atau kesan yang ditimbulkan oleh globalisasi ini begitu besar dan luas, ia telah menyentuh seluruh aspek sendi-sendi kehidupan manusia. Mulai politik, sosial, budaya bahkan agama terkena pengaruh daripada globalisasi.
Islam menghadapi serangan peradaban dan pandangan dunia asing yang mengancam, serangan itu banyak merusakkan peradaban yang dibangun Islam berabad-abad lamanya. Walaupun beberapa dekade terakhir dunia Islam telah meraih kemerdekaan politiknya, namun pengaruh dominasi Barat moden terhadap filsafat, budaya, seni, politik, ekonomi dan sosial tetap berlangsung dengan berbagai cara menembus keluasan dan kedalaman Dar al-Islam. Sejak daripada keluarga hingga negara, daripada ekonomi hingga arsitektur masjid, daripada puisi hingga obat-obatan, semuanya dipengaruhi oleh pandangan dunia asing yakni dunia moden. Barat telah banyak melahirkan orientalis yang mempelajari Islam menurut sudut pandang mereka, tetapi dunia Islam melahirkan sedikit oksidentalis yang dapat mempelajari berbagai aspek peradaban Barat dari sainsnya hingga seni, dari agama hingga perilaku sosial, menurut sudut pandang Islam.
Strategi yang dilakukan dalam kegiatan membangun jaringan dakwah adalah dengan memanfaatkan perkembangan global connection. Sistem ini merupakan salah satu alternative untuk dijadikan sebagai media untuk berdakwah. Aspek keuntungan yang diperoleh dengan pemanfaatan jaringan internet (dalam hal ini adalah Facebook) ini antara lain dapat mempererat jalinan persaudaraan antara satu dengan lainnya juga dapat memberikan informasi dalam waktu yang singkat (aspek sosial), dapat berdiskusi mengenai perkembangan islam (aspek agama) serta pengembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi (aspek ilmu pengetahuan).
Facebook mempunyai beberapa kelebihan diantaranya, bisa digunakan sebagai chatting, mengirim pesan ke semua teman, update info, update kegiatan, mengirim artikel, mencari teman untuk dijadikan anggota group. Dengan chatting kita bisa melakukan strategi dakwah fardhiyah, sehingga pendekatan kita lebih inten dan ikatan persaudaraan akan semakin kuat.
Dakwah melalui facebook dinilai sangat efektif dan potensial dengan berbagai alasan, di antaranya:
1.        Mampu menembus batas ruang dan waktu dalam sekejap dengan biaya dan energi yang relatif terjangkau;
2.        Pengguna jasa internet setiap tahunnya meningkat drastis, ini berarti berpengaruh pula pada jumlah penyerap misi dakwah;
3.        Dakwah melalui internet telah menjadi salah satu pilihan masyarakat. Berbagai situs mereka bebas memilih materi dakwah yang mereka sukai, dengan demikian pemaksaaan kehendak bisa dihindari;[4]
Alasan-alasan tersebut sudah cukup menjadi bukti, bahwa facebook sangat urgen dalam proses penyampaian dakwah. Terutama dizaman berteknologi canggih seperti ini.
Menyampaikan kebenaran ajaran-ajaran Islam Kepada umat manusia merupakan tanggung jawab kita yang telah menerima dan memeluk ajaran Islam, umat Islam mempunyai kewajiban untuk menyampaikan kebenaran Islam dengan wajah yang menarik lagi mempesona, sesuai dengan misinya Rahmatan Lil ‘Alamin.[5]
Oleh karena itu, Strategi yang tepat dan sesuai dengan keadaan objek dakwah akan sangat berpengaruh penting pada kelancaran dalam berdakwah.


[1]M. Dahlan Al Barry, Kamus Ilmiah Populer, (Surabaya: Arkola, tt), 448.
[2]Asymuni Syukir, Dakwah Islam, (Surabaya: Al Ikhlas, tt), 17.
                                      
[3]Taufik Hidayat, Lebih Dekat Dengan Facebook,(Jakarta: PT Alex Media Koputinda, 2009), 8
[4]https://blogfajri.wordpress.com. Diakses tanggal 9 November 2012 pukul 3.00
[5]Munzier Suparna, Metode Dakwah, (Jakarta: Kencana, 2003), 65