Metode Dakwah Mario Teguh



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Dakwah merupakan suau kewajiban bagi seluruh umat, terutama umat islam. Dengan berdakwah kita akan bisa lebih memanfaatkan ilmu yang kita punya untuk masyarakat. Menjadikannya ladang jariah untuk kita.
Dalam perkembangan zaman yang sangat pesat ini, dakwah tradisional sudah mulai tergeser karena tidak sesuainya denag keadaan. Dakwah yang hanya sekedar dimasji, musholla dll. Menjadikan mad’unya menjadi bosan.
Dalam hal ini penulis mengambil contoh peda’i mario teguh yang menurut penulis mempunyai metode dakwah yang sangat cocok untuk dipraktekkan dalam lingkungan zaman sekarang. Beberap contonya adalah lewat televisi. 
B.  Rumusan Masalah
1.    Apakah Pengertian Dakwah ?
2.    Bagaimanakah Metode Dakwah Mario Teguh?

C.  Tujuan Pembuatan Makalah
1. Memahami apa yang di maksud dengan Dakwah,
2. Mengerti tentang Metode Dakwah Mario Teguh

 
BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Metode Dakwah
Dari segi bahasa metode barasal  dari dua suku kata yaitu “meta” (melalui) dan “hodos” (jalan, cara). Dengan demikian kita dapat mengartikan bahwa metode adalah cara tau jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan.Sumber lain mengatakan bahwa metode berasal dari bahasa jerman yaitu methodica, artinya ajaran tentang metode. Dalam bahasa yunani metode berasal dari kata mothodos artinya jalan yang dalam bahasa arab disebut Thoriq [1]. Drs. Hamzah yaqub dakwah dalam bukunya Blistik Islam memberikan pengertian dakwah dalam Islam adalah mengajak kepada umat dengan hikmah kebijaksanaan untuk mengikuti petunjuk Allah dan Rasulnya.
Menurut beberapa pakar atau ilmuan adalah sebagai barikut :
1.      Pendapat Bakhial Khauli, dakwah adalah suatu proses menghidupkan peraturan-peraturan islam dengan maksud memindahkan umat dari satu kedaan kepada keadaan lain.
2.      Pendapat Syekh Ali Mahfudz, dakwah adalah mengajak manusia untuk mengerjakan kebaikan dan mengiuti petunjuk, menyuruh mereka berbuat baik dan melarang mereka dari perbuatan jelek agar mereka mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Pendapat ini juga selaras dengan pendapat Al Ghozali bahwa amar ma’ruf nahi mungkar adalah inti gerakan dakwah dan pergerakan dalam dinamika masyarakat islam.
2
Dari pendapat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa, metode dakwah adalah cara-cara tertentu yang dilakukan oleh seorang da’i (komunikator) kepada mad’u untuk mencapai suatu tujuan atas dasar hikmah dan kasih sayang. Hal ini mengandung arti pendekatan dakwah harus bertumpu pada suatu pandangan human oriented menempatkan penghargaan yang mulia atas diri manusia.
B.  Metode Dakwah Mario Teguh
1.      Profil Mario Teguh
Nama asli Beliau adalah Sis Maryono Teguh, Lahir di Makasar 5 Maret 1956, Istri Beliau Linna Teguh dan dikarunia anak-anak ; Audrey Teguh dan Marco Teguh. Mario Teguh terlahir dari pasangan Babapk Gozali Teguh dengan Ibu Siti Maria.[2]

Mario Teguh (lahir di Makassar, 5 Maret 1956; umur 54 tahun) adalah seorang motivator dan konsultan asal Indonesia. Nama aslinya adalah Sis Maryono Teguh, namun saat tampil di depan publik, ia menggunakan nama Mario Teguh. Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang. Mario Teguh sempat bekerja di Citibank, kemudian mendirikan Bussiness Effectiveness Consultant, Exnal Corp. menjabat sebagai CEO (Chief Executive Officer) dan Senior Consultan. Beliau juga membentuk komunnitas Mario Teguh Super Club (MTSC).

Karier,

            Tahun 2010 kembali meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia, MURI, sebagai Motivator dengan Facebook Fans terbesar di dunia. Di awal tahun 2010, Beliau terpilih sebagai satu dari 8 Tokoh Perubahan 2009 versi Republika surat kabar yang terbit di Jakarta.
Sebelumnya Beliau membawakan acara bertajuk Business Art di O'Channel. Kemudian namanya semakin dikenal luas oleh masyarakat ketika ia membawakan acara Mario Teguh Golden Ways di Metro TV. Pada saat ini Mario Teguh dikenal sebagai salah satu motivator termahal di Indonesia. Di tahun 2003 mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia, MURI, sebagai penyelenggara seminar berhadiah mobil pertama di Indonesia.

Pendidikan

* Jurusan Arsitektur New Trier West High (setingkat SMA) di Chicago, Amerika Serikat, 1975
.* Jurusan Linguistik dan Pendidikan Bahasa Inggris, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang (S-1).
* Jurusan International Business, Sophia University, Tokyo, Jepang.
* Jurusan Operations Systems, Indiana University, Amerika Serikat, 1983 (MBA). [3]

2.      Metode Dakwah Mario Teguh
Sebagaimana diketahui bahwa Dakwah berarti aktivitas mengajak manusia menuju kebaikan. Dalam hal ini Mario Teguh menggunakan Motivasi-motivasi yang bijaksana. Sebuah Motivasi yang mengandung makna yang sangat mendalam namun dengan bahasa yang sederhana. Memudahkan mad’u untuk memahami apa maksud yang tersimpan dalam kata-kata Mario Teguh.
Mario Teguh menggunakan berbagai media yang salah satunya adalah televisi. Beliau Memandu acara Mario Teguh Golden Ways yang ada pada  stasiun televisi Metro TV. Mencoba memberikan cara penyampaian kebaikan dengan cara yang berbeda. Tidak pernah mengucapkan kata “Allah” melainkan kata “Tuhan”, karena kata “Tuhan” lebih bersifat Universal sehingga dapat mengenai seluruh kalangan. Baik itu Muslim atau Non Muslim.
Sifat Toleransi itulah yang sering ditampakkan Oleh Mario teguh. Karena dengan sifat toleransi apa yang disampaikan olehnya akan mudah diterima oleh masyarakat.
Kita mengenal sumber dalam berdakwah adalah sebagai berikut :
1.      Alquran
2.      Sunnah rasul
3.      Sejarah hidup para sahabat dan fuqoh[4]
Nah, dalam penyampaian Mario Teguh, sumber-sumber itu dapat dikemas dengan cara yang bagus. Tidak mengungkapkannya secara langsung asal sumbernya agar tidak menyakiti warga Non Muslim.
Dari keterangan diatas, penulis merumuskan bahwa Morio teguh menggunakan Metode Sebagai berikut :
1.      Metode Mauidzah Hasanah (nasehat)
Secara Etimologis, Mauidzah merupakan bentukan dari waadza-yaidzu-iwadzan dan idzatan; yang berarti menasehati dan meningkatkan akibat suatu perbuatan, berarti menyuruh untuk memberi wasiat agar taat. Sedangkan al-Hasanah merupakan merupakan lawan dari sayyiat maka dapat difahami bahwa mauidzah dapat berupa kebaikan; dapat juga berupa kejahatan, hal itu tergantung pada isi yang disampaikan seorang penyeru dalam memberikan nasehat dan anjuran kepada umat dakwah itu sendiri. Atas dasar itu maka perintah mauidzah itu disertai dengan kebaikan dan seruan kejalan Allah SWT dengan hikmah mauidzah Hasanah tanpa memakai embel-embel dibelakangnya. Pengertiannya harus difahami sebagai mauidzah hasanah sebagai mana firman Allah SWT  dalam suar An-Nisa ayat 24, ayng artinya “maka berialh ia nasehat yang baik, lalu biarkan ia tidur sendirian dan pukulah dia.
Kata Mauidzah Hasanah dala istilah dakwah berarti sinonim dari nasehat yang memiliki format yang banyak, di antaranya:
  1. Perkataan yang jelas, dan dengan lemah lembut. Firman Allah: “dan berkatalah kepada manusia dengan perkataan yang baik.
  2. Isyarat lembut atau halus yang dapat difahami.
  3. Ta’riid, Kinayah dan Tauriyah (semua berarti cara menjelaskan dengan indah).
  4. Cerita khutbah yang mengesankan, anekdot.
  5. Mengingatkan akan nikmat Allah dengan respon yang diharapkannya adalah syukur kepada-Nya.
  6. Reward danpunisment.
  7. Persuatif dan preventif.
  8. Janji akan kemenangan.
  9. Tabah dan sabar.
Dengan cara-cara yang lain baik langsung maupun tidak langsung yang dapat mengesankan bagi sasaran dakwah yang dapat memotivasinay untuk merespon seruannya. Dalam al-qur’an dan al-Shunnah banay sekali contoh-contoh dari formula tersebut. Dasar-dasar metode mauidzah hasanah:
1.Adaperintah yang jelas untuk menggunakan metode tersebut sebagai mana dalamsuratAn-Nahl:125
Artinya: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
dan Thaha:24
Ÿ Artinya:  Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, Mudah-mudahan ia ingat atau takut“.
 Dan juga dalam suratal-Baqarah :83
artinya berbiacarlah kepada manusia dengan baik’ dan surat An-Nisa; 63 artinya “dan nasehatilah mereka serta sampaikan kepada mereka perkataan yang mengena.
2. Rasulullah saw manjadikan nasehat sebagai dasar agama dengan sabdanya: agama adalah nasehat  dan nasehat adalah sinonim dari mauidzah hasanah sebagai mana telah di ungkap dahulu.
3. Rasulullah saw membaiat sahabat agar memberi nasehat kepada kaum muslimin dalam hadits diungkapkan : akan dibaiat oleh rasulullah untuk mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan memberi nasehat kepada sluruh kaum muslimin.
2.      Metode berdebat

         Berdebat menurut bahasa berarti berdiskusi atau beradu argumen. Di sini berarti berusaha untuk menaklukan lawan bicara sehingga seakan ada perlawanan yang sangat kuat terhadap lawan bicara serta usaha untuk mempertahankan argumen dengan gigih.
Secara Epistimologi, berdebat sebagai mana yang di definisikan oleh para ulama sebagai berikut:
1. Usaha yang dilakukan sesorang dalam mempertahankan argumen untuk menhadapi lawan bicara.
2. cara yang berhubungan dengan pengukuhan pendapat atau madzhab.
3. membandingkan berbagai dalil atau landasan untuk mencari yang paling tepat. Perdebatan memliki dua sifat; dengan cara yang baik dan dengan cara yang tidak baik. Sebagai mana firman Allah SWT: An-Nahl ayat 125 yang artinya “ berdebatlah dengan cara yang baik. DansuratAl-Kahfi ayat 56 yang artinya” dan orang kafir mendebat dengan alasan yang bathil untuk melenyapkan kebenaran. Melihat berbagai macam perdebatan ini, al-qur’an menyarankan kepada kita untuk berdebat dengan cara yang baik sehingga menjadi metode yang dianjurkan. Dalam perakteknya metode ini hanya dipakai untuk mempertahankan dan meluruskan kegiatan dakwah jika dihadapkan pada pihak dakwah yang diseru, dan tidak dianjurkan untuk dipakai jika tidak ada perlawanan. Itupun hanay bisa digunakan jika dilakukan dengan argumen yang terbaik, serta cara yang terbaik pula.


[1] Ali Aziz, Ilmu Dakwah,( Jakarta : Prenada Media Group, 2004), 6
[2] http://dunia-motivasi.blogspot.com, Diakses tanggal 9 November 2012

[3] http://blog.umy.ac.id , Diakses tanggal 25 November 2012

[4] Munir, Metode Dakwah, (Jakarta : Prenada Media Group, 2003), 57